Langsung ke konten utama

Perbedaan Sikap Antara Cewek Pribumi dan Cewek Bule



Sudah lama sekali saya bertanya-tanya tentang hal ini. Hubungan dan sikap antara cowok dan cewek ketika pertama kali bertemu.

Setiap kali saya ingin berkenalan atau mendekati cewek pribumi, sikap mereka sedikit sombong dan defensif. Memang tidak semuanya bersikap begitu, namun mayoritas cewek itu, terutama yang merasa dirinya berparas ayu, bersikap acuh tak acuh dan terkadang sedikit kurang sopan dengan setiap cowok yang ingin mendekati atau berkenalan dengannya.

Contoh kasus sederhana:

Saya sedang berada di area camping ground, berdiri di rumah pohon sambil melihat pemandangan alam sekitar. Kemudian, ada dua cewek cantik yang juga naik ke rumah pohon untuk berselfi ria.

"Permisi, Kak!" Si Cewek Cantik memberi salam sekaligus 'kode' pada saya.

"Oh, iya, silakan." Saya tersenyum, lalu sedikit berpindah tempat, memberi ruang pada Si Cewek Cantik untuk mendapatkan spot foto utama.

"Din, fotoin kyak gini, ya! Perhatikan anglenya." Si Cewek Cantik memberikan ponselnya kepada temennya.

"...." Saya memperhatikan mereka. Setelah mereka puas berfoto, saya mulai melancarkan aksi SSi dasar. "Mau aku fotoin berdua?"

"Boleh." Si Cewek Cantik lalu memberikan ponselnya padaku.

Kemudian, seperti tradisi yang entah dimulai sejak kapan, obrolan antara cowok dan cewek yang baru pertama bertemu, saya jadi wartawan, sedangkan Si Cewek Cantik dan temannya menjadi narasumber.

£¥€%}%*¥>]|\....

"Oh iya, dari mana, Sis?" Saya bertanya baik-baik.

"Dari tadi."

"Maksudku, dari mana asalnya?" Saya masih bertanya baik-baik, sambil tersenyum.

"Oh, Jawa Barat."

"Kerja atau kuliah?" Saya masih sabar dan tetap tersenyum.

"Kepo, deh!" jawabnya sambil manyun.

Skak mad!!! Mati, Dab!!! Weladallah, jangkrik, ki!!!

Hm, seperti itulah sedikit pengalaman pahit saya dari sekian banyak pengalaman saya mencoba berkenalan dengan cewek, entah itu yang lebih muda maupun yang lebih tua dari saya.

Berdasarkan pengalaman itu, saya bisa menyimpulkan kenapa cewek Indonesia bersikap seperti itu kepada cowok asing yang baru pertama kali bertemu dengannya.

1. Takut

Merasa takut menjadi korban tindak kriminal. Cewek Indonesia sangat defensif kepada cowok yang tidak dia kenal. Itu karena di Indonesia sendiri sangat rawan kejahatan pelecehan seksual. Banyak kejadian dan bukti nyata di media cetak atau media nasional yang sering memberitakan tindak kriminal tersebut. Jadi, tidak mengherankan jika cewek Indonesia merasa takut kepada cowok asing yang tidak dikenalnya.

2. Malu

Mungkin banyak cewek pribumi memang memiliki sifat pemalu, jadi mereka tidak pandai berbicara. Bisanya cuma jawab pertanyaan doang. Atau juga merasa minder kepada lawan jenis. Ada juga yang merasa takut dan malu jika mudah bergaul dengan cowok lain, nanti dicap sebagai “cewek gampangan” oleh masyarakat setempat. Doktrin seperti ini yang membuat cewek Indonesia bersikap seperti itu. Hm, ada benarnya juga, sih.

3. Lagi Bete

Mungkin suasana hatinya lagi badmood pada hari itu. Jadi, cewek Indonesia bisa bersikap jutek, sombong, acuh tak acuh. Maklum saja, mood cewek Indo memang suka berubah-ubah. Kadang bisa baik, kadang cemberut, eh tiba-tiba saja bisa menjadi garang dan suka marah-marah gak jelas. Apalagi kalau lagi PMS, bisa-bisa kalau kesenggol sedikit, nanti golok bisa melayang, hehehe.

4. Tidak Suka Dengan Topik Obrolanmu

Nah, ini salah satu faktor krusial yang harus diperhatikan setiap cowok ketika mendekati cewek. Topik obrolan yang dirasa garing dan monoton bisa membuat cewek Indo jadi ilfil. Kalo cewek Indo sudah ilfil, pasti hubungan kamu dengannya berakhir pada saat itu juga. Wah, kita-kita sebagai cowok harus pintar-pintar mencari referensi topik obrolan, rayuan, atau bahkan gombalan  jika ingin mendekati cewek Indo, ya?

5. Siapa Lo, Siapa Gue?

Idih, emang situ oke? Ngaca, woi! Hm, gak sedikit cewek Indonesia yang bersikap sombong dan merasa dirinya sebagai seorang ratu. Kalau kamu berencana mendekati cewek Indonesia yang cantik dan sadar kalau dirinya cantik, lebih baik gak usah dideketin. Pasti banyak drama dan hanya akan membuatmu merasa malu. Kalau sudah ada tanda-tanda si doi tidak menyukai kita, lebih baik mundur pelan-pelan demi wibawa dan harga diri kamu.

Hal-hal seperti itu tidak pernah saya alami ketika saya berkenalan atau mengobrol dengan cewek bule yang pernah saya temui sewaktu backpackeran.

Cewek bule yang saya maksud di sini adalah cewek Eropa dan Amerika yang sedang bertamasya, liburan, travelling, atau backpackeran di Indonesia. Walaupun sebenarnya saya juga cukup sering bertemu cewek Asia, seperti Japan, Thailand, dan Vietnam. Hebatnya, sikap mereka cukup baik dan bersahabat kepada orang yang ingin berkenalan atau mendekati mereka. Sikap cewek bule cenderung sopan, bersahabat, asyik, dan tidak sungkan bertanya atau membuka topik obrolan lebih dulu. Biasanya mereka suka mengobrol tentang dirinya sendiri, hobinya, negaranya, dan juga tentang pariwisata Indonesia.

Saya tidak bisa menyimpulkan apakah mayoritas cewek bule bersikap seperti itu kepada setiap cowok asing yang baru dikenalnya, karena saya belum pernah bepergian ke luar negeri. Mungkin cewek bule bersikap care sama kita karena mereka menghormati kita sebagai tuan rumah.

Lalu, faktor apa saja yang memengaruhi perbedaan sikap antara cewek Indonesia dan cewek bule kepada lawan bicara yang baru pertama kali bertemu dengannya?

Jawabannya beragam, faktor perbedaan budaya, cara berpikir, lingkungan, bahkan bisa sampai faktor pendidikan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pertemuan Pertama Di Karimunjawa

Balet adalah tarian yang membidik langit. Para penari balet sering melompat tinggi ketika menari, dan lompatan itu akan semakin tinggi. Para balerina berdiri menggunakan ujung kaki, menahan rasa sakit demi menggapai impian-impian mereka yang setinggi langit. Aku tidak tahu banyak tentang balet, namun aku tahu esensi balet terhadap impian yang setinggi langit itu. Dimulai dari hal kecil, sedang, hingga besar. Rintangan, hambatan, dan berbagai masalah yang tak ada habisnya. Namun, semua itu bisa saja dihancurkan dengan mudah oleh seorang balerina ketika menari-nari di atas panggung. Ia menari dan melabuhkan impiannya ke langit, tanpa ada sedikitpun rasa keraguan di dalam hatinya. Rasa-rasanya aku sedang menjadi seorang balerina yang sedang mengejar impian setinggi langit itu. Tak peduli impian itu sedang diincar oleh kamu, dia, mereka, dan mereka. Aku akan terus maju dan berjuang semampuku dengan caraku sendiri. Dan aku hanya akan menyerah jika 'impianku itu se...

Review Singkat Novel Girls In The Dark

Selamat malam, bolehkah saya membuka tema diskusi tentang selera pasar pembaca cewek Indonesia yang berusia pelajar hingga mahasiswi? Saya tertarik menyurvei selera pembaca novel rentan usia tersebut, khususnya pembaca cewek, karena saya rasa cewek-cewek Indo yang hobi membaca jauh lebih banyak daripada cowok-cowok. Perbandingannya mungkin sangat mengerikan. Jadi, menentukan tema tulisan untuk masa kini mungkin akan sangat berpengaruh dengan tema novel yang disukai penerbit dan pembaca cewek itu. Hal ini perlu saya lakukan karena saya rasa sekarang ini menembus penerbit major sangat sulit sekali. Sangat ketat dan sepertinya hanya bisa dilakukan penulis dengan nama besar saja. Penerbit major hanya memilih naskah yang berpotensi meledak di pasaran. Nah, kalau saya perhatikan selera cewek Indo di Wattpad, kebanyakan dari mereka pasti menyukai romance. Tapi, cewek usia pelajar menyukai romance yang bersetting masa SMA atau kuliah. Kalo cewek dewasa atau emak-emak udah beda lagi, ...

Membangkitkan Semangat Menulis Yang Mulai Memudar

Seorang penulis hebat berawal dari seorang pembaca yang hebat. Frasa itu merupakan landasan kuat mengapa aku memilih dunia tulis-menulis sebagai salah satu hobiku, selain sepeda, backpacker, hiking, renang, lari, sepakbola, badminton, dan menghafal nama-nama pornstar dari benua Eropa hingga Amerika. Orang yang hobi membaca punya pemikiran-pemikiran yang berbeda dengan kalian. Pemikiran-pemikiran kami kuat dan brilian; kaum intelek (meskipun sebagian dari kami bukan sarjana). Bukan pemikiran-pemikiran bodoh dan rendahan macam bergosip, mengurusi hidup orang lain, hingga pamer harta dan pencapaian-pencapain yang tidak bermanfaat bagi orang lain. Kemudian, sudah berapa banyak uang yang kuhabiskan untuk membeli buku-buku itu? Itu hanya koleksi buku-buku-ku di lantai bawah, belum di loteng rumah, kamar tidurku. Sebenarnya, bakat menulisku sudah mulai terlihat di tahun 2013, namun aku baru mulai menulis di tahun 2015, dan berhasil menyelesaikan dua naskah novel yang sangat berarti...