Sebut saja namanya Cinta. Asli Bandung, tapi sejak tiga bulan terakhir tinggal di Solo ikut ibunya, karena ortunya baru saja bercerai. Meski begitu, Cinta masih terlihat sangat ceria di usianya yang masih sangat belia, dengan masalah hidup yang mungkin dia sendiri belum mengerti betapa berat masalahnya. Oh iya, Cinta bercita-cita ingin jadi dokter cantik kayak dokter Raisa, lho, dokter OZ Indonesia.
Melihat Cinta yang cantik dan menggemaskan, rasanya aku jadi ingin punya anak cewek jika suatu hari nanti aku memutuskan untuk menikah.
Karena faktanya, anak cewek juga bisa meraih Emas Olimpiade. Ya, kan?
Kalo ngomongin soal Olimpiade, tentu gak jauh-jauh dari olahraga. Dan di dunia ini, olahraga yang paling aku cintai hanya: sepakbola, bulutangkis, dan renang.
Dulu saat aku masih kecil, impian terbesar dalam hidupku adalah menjadi pemain sepak bola profesional yang mampu membawa timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia. Namun, impian itu telah kandas tak bersisa, dan sudah sejak lama aku membunuhnya walau sambil meneteskan air mata. Meski begitu, aku dan sepak bola tak bisa dipisahkan. Sepak bola adalah bagian hidupku. Aku sangat mencintainya, sangat.... sangat mencintainya.
Yeah, but life must go on, Dude! Bukankah tidak baik hidup dalam mimpi dan masa lalu?
Dan sejak aku gagal meraih impianku itu, aku sering berpikir jika di masa depan aku punya anak cowok, aku selalu ingin mendidiknya menjadi pesepakbola profesional; menembus level timnas dan Eropa, terutama Italia, Inggris, dan Spanyol. Jika pun dia gagal menjadi pesepakbola, aku berharap dia sukses menjadi atlet tunggal putra bulutangkis Indonesia yang berhasil meraih Emas Olimpiade. Jika pun dia gagal lagi, aku ingin dia belajar di sekolah pelayaran. Menjadi tentara mungkin adalah pilihan terakhir.
Namun, jika anakku seorang cewek, aku ingin mendorongnya menjadi atlet tunggal putri bulutangkis yang berhasil meraih Gold Olimpic dan menyanyikan lagu Indonesia Raya di pentas olahraga dunia ini. Jika dia tidak berbakat menjadi atlet bulutangkis, aku hanya ingin putriku sekolah setinggi-tingginya.
Terakhir, aku ingin mati lebih dulu ketimbang istriku.
📷 Canon EOS M2
📌 Xiuxiu Meitu
🌆 Malioboro Street

Komentar
Posting Komentar