Bagaimana aku bisa menuliskan rasa cintaku pada pulau Karimun?
Setiap sore, aku berenang di pantai yang keindahan alam bawah lautnya sangat beragam dan terlihat eksotis. Selesai berenang, aku membantu pak Kul menyiapkan keperluan untuk melaut. Berlayar di lautan Karimunjawa sambil melihat sinar matahari menembus air laut pesisir pantai Ujung Gelam yang berwarna aqua berkilauan; dihiasi hutan mangrove, bukit, dan burung-burung yang beterbangan di angkasa.
Tuhan, apakah aku sedang melihat surga?
Kemudian, sesudah jaring dipasang dan tenggelam di dasar laut, kami pulang sambil menunggu matahari terbenam. Keesokan harinya, kami kembali untuk mengambil jaring dan berharap mendapatkan rejeki yang melimpah. Kalau lagi beruntung, kadang kami mendapatkan kerabat ikan Hiu ini, atau ikan pesawat tempur, begitu aku menyebutnya.
Kata pak Kul, harga sirip ikan ini sangat mahal, karena memiliki khasiat yang dahsyat bagi kesehatan organ reproduksi laki-laki.
"Jadi, kalo cowok makan sirip ikan itu kualitas sel spermanya bisa sehat dan lincah ya, Pak? Wah, pantas saja orang-orang Karimun pada sehat-sehat dan jarang terkena penyakit-penyakit aneh jaman sekarang."
"Bener, Mas…. Mumpung mas Erick masih muda wajib nyobain nanti. Tapi kalo udah makan sup sirip itu, jangan coba-coba mengeluarkan jagoan sel spermanya tanpa dibantu seorang istri, ya!"
"Hahaha…. Gak lah, Pak! Ngawur mawon njenengan ki!"
"Lho, ini serius, Mas. Ini salah satu rahasia supaya hubungan suami istri tetap harmonis. Mas mau kan dipuji istrinya karena sekuat dan segagah raden Gatotkaca?"
"Hahaha…. Kalo begitu nanti keenakan istrinya dong, Pak!"
!@#$%^£€¥₩!+×÷)-.....
📷 Samsung A8 2018
📌 Lightroom & Snapseed
🏝 Karimunjava
Di sini aja udah indah, rasanya gak mau pulang, ada banyak hal yang membuatku sangat nyaman di sini, khususnya aku bisa berenang setiap sore sampai puas di area 'perbatasan' pantai ini.
Di masa depan, aku tidak tahu akan kembali ke sini lagi atau tidak.
Karena, meskipun aku sangat menyukai homestay di sini, banyak hal yang berubah.
Kupikir, aku hanya merindukan masa-masa ketika pertama kali datang ke sini pada 29 Maret 2014.
Saat aku masih bocah dan terlalu bersemangat, bersama mbak Anggi, Aida, Diana, Oma, dan teman-teman semua....
🏡 Desa Alang-alang, Karimun.
Sepertinya ada seorang teman yang merindukan makan siang di tempat ini.
20 hari sudah aku berada di Karimun dan kini wajahku mulai memerah.
Aku selalu menikmati momen ketika aku sendirian dan hanya ditemani hammock, musik, dan semilir angin menerpa kulitku.
Rasanya seperti daun yang terbang terhempas angin kencang; tak tahu akan jatuh dan berakhir di mana.
Aku harus selalu ingat bahwa ada burung yang tak ditakdirkan dikurung. Bulu-bulu mereka terlalu letih. Dan saat mereka pergi, terbang tinggi ke angkasa, lihat mereka gembira, kau akan menyadari bahwa mengurung mereka adalah dosa.
📷 Samsung A8 2018
🍁 Snapseed
🏝 Pokemon Beach, Karimun.
Bukan kah hal terpenting dalam hidup adalah hidup itu sendiri?





Komentar
Posting Komentar