Langsung ke konten utama

Rasanya Jadi Seorang Solo Backpacker


Aku mengukur diriku dan apa pun yang berada di sekitarku dengan berbagai sudut pandang. Dan aku mengambil risiko dengan kesendirianku karena hal itu. Tapi menemukan sahabat baru dalam karakter di buku yang aku sukai.

Aku memiliki banyak waktu di Karimun dan mulai membaca ulang novel karya Giddens Ko, Xi Zhi, dan Ba Yue Chang An.

Namun, akhir-akhir ini aku mulai tertarik membaca ulang novel Harry Potter, setelah sebelumnya menonton kembali film Fantastic Beast dan serial film Harry Potter.

Sejak awal, buku adalah sayapku. Dan pengetahuan adalah senjata terbaik kita dalam mengarungi kehidupan ini.

Lebih dari itu....

"Buku adalah pesawat, juga kereta api, juga jalan. Mereka adalah tujuan, juga petualangan. Mereka adalah rumah."

(Anna Quindlen)

Namun, Menjadi seorang solo backpacker tidak selalu indah, tidak selalu menyenangkan, tidak selalu tampak gagah dan berani. Terkadang terasa sakit, jengkel, penuh penyesalan, bahkan menghancurkan hati. Tapi tidak apa-apa, perjalanan seorang diri akan menguatkan mental dan menumbuhkan rasa percaya dirimu dengan pengalaman-pengalaman baru yang kamu alami.

Dua minggu backpakeran menuju Lombok dan gunung Rinjani, menjadi seorang gelandangan, seorang penyair, seorang pemimpi, seorang kesepian yang selalu berharap roman dari petualangan ini.

Terlihat sederhana, namun penuh keberanian, kejujuran, dan ketulusan hati.

Seperti apa yang ditulis Pramoedya Ananta Toer dalam bukunya: Mereka Yang Dilumpuhkan.

Jarang orang mau mengakui, kesederhanaan adalah kekayaan yang terbesar di dunia ini: suatu karunia alam. Dan yang terpenting diatas segala-galanya ialah keberaniannya. Kesederhaan adalah kejujuran, dan keberanian adalah ketulusan.

Dan kamu tidak akan pernah tahu rasanya jadi solo backpacker jika tidak pernah mencobanya.

Perasaan takut, malu, berani, kadang kala muncul begitu saja disaat-saat tertentu.

Bertahan hidup di kota tentu saja jauh lebih mudah daripada di alam. Ada uang, semua beres. Namun, ketika dalam keadaan darurat, pengalaman sangat berguna agar kita tetap aman dan bersikap tenang.

Di kota, mungkin kita takut jambret, preman, begal, dan sebagainya. Namun, ketika di alam, kita takut pada hewan liar; ular, babi hutan, kalajengking. Kadang juga takut jika ada pocong, kuntilanak, genderuwo dan sebangsanya, hehe.

Namun, banyak pelajaran dan pengalaman baru yang bisa kita ambil jika kita melakukan perjalanan seorang diri.

📷 Xiaomi Mi 4 LTE

📌 Snapseed & Lightroom

⛰ Pelawangan, Sembalun, Rinjani.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pertemuan Pertama Di Karimunjawa

Balet adalah tarian yang membidik langit. Para penari balet sering melompat tinggi ketika menari, dan lompatan itu akan semakin tinggi. Para balerina berdiri menggunakan ujung kaki, menahan rasa sakit demi menggapai impian-impian mereka yang setinggi langit. Aku tidak tahu banyak tentang balet, namun aku tahu esensi balet terhadap impian yang setinggi langit itu. Dimulai dari hal kecil, sedang, hingga besar. Rintangan, hambatan, dan berbagai masalah yang tak ada habisnya. Namun, semua itu bisa saja dihancurkan dengan mudah oleh seorang balerina ketika menari-nari di atas panggung. Ia menari dan melabuhkan impiannya ke langit, tanpa ada sedikitpun rasa keraguan di dalam hatinya. Rasa-rasanya aku sedang menjadi seorang balerina yang sedang mengejar impian setinggi langit itu. Tak peduli impian itu sedang diincar oleh kamu, dia, mereka, dan mereka. Aku akan terus maju dan berjuang semampuku dengan caraku sendiri. Dan aku hanya akan menyerah jika 'impianku itu se...

Review Singkat Novel Girls In The Dark

Selamat malam, bolehkah saya membuka tema diskusi tentang selera pasar pembaca cewek Indonesia yang berusia pelajar hingga mahasiswi? Saya tertarik menyurvei selera pembaca novel rentan usia tersebut, khususnya pembaca cewek, karena saya rasa cewek-cewek Indo yang hobi membaca jauh lebih banyak daripada cowok-cowok. Perbandingannya mungkin sangat mengerikan. Jadi, menentukan tema tulisan untuk masa kini mungkin akan sangat berpengaruh dengan tema novel yang disukai penerbit dan pembaca cewek itu. Hal ini perlu saya lakukan karena saya rasa sekarang ini menembus penerbit major sangat sulit sekali. Sangat ketat dan sepertinya hanya bisa dilakukan penulis dengan nama besar saja. Penerbit major hanya memilih naskah yang berpotensi meledak di pasaran. Nah, kalau saya perhatikan selera cewek Indo di Wattpad, kebanyakan dari mereka pasti menyukai romance. Tapi, cewek usia pelajar menyukai romance yang bersetting masa SMA atau kuliah. Kalo cewek dewasa atau emak-emak udah beda lagi, ...

Membangkitkan Semangat Menulis Yang Mulai Memudar

Seorang penulis hebat berawal dari seorang pembaca yang hebat. Frasa itu merupakan landasan kuat mengapa aku memilih dunia tulis-menulis sebagai salah satu hobiku, selain sepeda, backpacker, hiking, renang, lari, sepakbola, badminton, dan menghafal nama-nama pornstar dari benua Eropa hingga Amerika. Orang yang hobi membaca punya pemikiran-pemikiran yang berbeda dengan kalian. Pemikiran-pemikiran kami kuat dan brilian; kaum intelek (meskipun sebagian dari kami bukan sarjana). Bukan pemikiran-pemikiran bodoh dan rendahan macam bergosip, mengurusi hidup orang lain, hingga pamer harta dan pencapaian-pencapain yang tidak bermanfaat bagi orang lain. Kemudian, sudah berapa banyak uang yang kuhabiskan untuk membeli buku-buku itu? Itu hanya koleksi buku-buku-ku di lantai bawah, belum di loteng rumah, kamar tidurku. Sebenarnya, bakat menulisku sudah mulai terlihat di tahun 2013, namun aku baru mulai menulis di tahun 2015, dan berhasil menyelesaikan dua naskah novel yang sangat berarti...