Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2020

Membangkitkan Semangat Menulis Yang Mulai Memudar

Seorang penulis hebat berawal dari seorang pembaca yang hebat. Frasa itu merupakan landasan kuat mengapa aku memilih dunia tulis-menulis sebagai salah satu hobiku, selain sepeda, backpacker, hiking, renang, lari, sepakbola, badminton, dan menghafal nama-nama pornstar dari benua Eropa hingga Amerika. Orang yang hobi membaca punya pemikiran-pemikiran yang berbeda dengan kalian. Pemikiran-pemikiran kami kuat dan brilian; kaum intelek (meskipun sebagian dari kami bukan sarjana). Bukan pemikiran-pemikiran bodoh dan rendahan macam bergosip, mengurusi hidup orang lain, hingga pamer harta dan pencapaian-pencapain yang tidak bermanfaat bagi orang lain. Kemudian, sudah berapa banyak uang yang kuhabiskan untuk membeli buku-buku itu? Itu hanya koleksi buku-buku-ku di lantai bawah, belum di loteng rumah, kamar tidurku. Sebenarnya, bakat menulisku sudah mulai terlihat di tahun 2013, namun aku baru mulai menulis di tahun 2015, dan berhasil menyelesaikan dua naskah novel yang sangat berarti...

Mengenang Perjalananku Menuju Gunung Rinjani: Bicycle Touring, Backpacker, Hiking

SHARE THE STORY OF MY JOURNEY: Mengenang Perjalananku Menuju Puncak Dewi Anjani Untuk seorang pramugari Garuda Indonesia Experience yang menyukai novel fiksi bertema petualangan. Terima kasih sudah mewarnai kehidupanku di dunia maya, meskipun kita tidak saling mengenal di dunia nyata. Kau membantuku mengerti bahwa merindukan seseorang yang jauh di sana dapat membuatmu bahagia dengan cara yang tak pernah kau bayangkan sebelumnya. Terima kasih juga untuk sesosok bidadari bersayap putih atas kritik dan sarannya yang mendalam usai membaca novel terbaruku yang berjudul: "Miss Travel Beauty Life". Terutama atas kegigihannya yang tidak pernah mengizinkanku kehilangan fokusku pada cerita, meskipun pada akhirnya aku tetap membandel. Selanjutnya, spesial thanks untuk Clarista, teman sekolah yang awalnya seorang musuh bebuyutan, dan pemegang rekor pembaca tercepat untuk semua draft awal naskah-naskah novelku. Dan tak lupa untuk diriku sendiri yang masih memiliki semangat menjag...

Bagaimana Rasanya Ditolak Penerbit Mayor?

Aku menyukai novel sejak kelas 1 SMP. Dan sejak saat itu pula, nilai bahasa Indonesiaku selalu baik, mungkin salah satu yang terbaik dalam satu angkatan. Selama fase metamorfosis dari masa remaja ke masa dewasa muda, aku berubah menjadi seorang dengan kepribadian yang tertutup; suka menyendiri, namun aku selalu saja bisa menemukan kebahagiaan dalam kesendirianku. Termasuk ketika aku membaca buku dan menemukan karakter yang aku sukai dalam buku itu. Pada dasarnya, aku adalah seorang yang sangat selektif, teliti, dan ulet kalo sudah menyukai sesuatu. Aku akan hidup di sana dan mencintai segala sesuatu tentang kehidupannya. Aku mulai menulis tahun 2015. Adedas adalah karya pertamaku. Aku menulisnya untuk mengenang masa kecilku yang penuh asa, cita, dan cinta. Satu tahun kemudian, aku menulis You're My Flaky Pain of the Past. Aku sangat mencintai naskah novel ini. Terlalu mencintainya. Namun, menyelesaikan sebuah naskah novel dan menembus penerbit major tidak semudah itu. ...

Rasanya Jadi Seorang Solo Backpacker

Aku mengukur diriku dan apa pun yang berada di sekitarku dengan berbagai sudut pandang. Dan aku mengambil risiko dengan kesendirianku karena hal itu. Tapi menemukan sahabat baru dalam karakter di buku yang aku sukai. Aku memiliki banyak waktu di Karimun dan mulai membaca ulang novel karya Giddens Ko, Xi Zhi, dan Ba Yue Chang An. Namun, akhir-akhir ini aku mulai tertarik membaca ulang novel Harry Potter, setelah sebelumnya menonton kembali film Fantastic Beast dan serial film Harry Potter. Sejak awal, buku adalah sayapku. Dan pengetahuan adalah senjata terbaik kita dalam mengarungi kehidupan ini. Lebih dari itu.... "Buku adalah pesawat, juga kereta api, juga jalan. Mereka adalah tujuan, juga petualangan. Mereka adalah rumah." (Anna Quindlen) Namun, Menjadi seorang solo backpacker tidak selalu indah, tidak selalu menyenangkan, tidak selalu tampak gagah dan berani. Terkadang terasa sakit, jengkel, penuh penyesalan, bahkan menghancurkan hati. Tapi tidak apa-apa, ...